Selasa, 16 September 2008

Turut Berduka

Siapa yang harus bertanggung jawab atas musibah yang menimpa pada fakir miskin di Pasuruan.
Mari sobat kita renungkan masalah ini, betapa sedihnya keluarga yg di tinggalkanya, betapa nestapa dan kecewanya keluarga mereka. Yg sebenarnya kita ahrus bersukur pada Orang yg selalu derma seperti P. haji Saikoni, dengan catatan tidak punya maksut tertentu di balik Zakat yg beliau berikan, bukan berarti aku suudon. Kabarnya baru tiga tahun terakhir ini beliau membagikan Zakat buat fakir miskin. Karena menurut Eyang Mojo bila yg kanan memberi simpanlah tangan yg sebelah kiri. Kenapa begitu karena maksut untuk bersedekah ataupun bentuk memberi pada orang lain harus bener - bener dengan rasa iklas yg mendalam. karena keiklasan itu yang akan membawa berkah di kemudian hari. Bagi yng terkena musibah Eyang turut berduka yang mendalam dan arwah diterima disis Allah swt.


Juga kepada rekan- rekan atau teman - teman yg kebetulan punya keinginan sepeti pak. Haji yaitu beramal tolong perlu di ingat keselamatan pada penerima harus juga di utamakan, jangan juga sampai punya maksut tertentu saat ber Zakat atau bersedekah. Allah pasti tahu semua umatnya jadai berani mendustainya.

Masalahnya bukan itu, Siapa yg harus bertanggung jawab?

Semoga dengan terjadinya peristiwa ini semua termasuk kita semua menyadari betapa pentingnya keselamatan pada orang lain.
Aku rasa berokrasi kita yg mungkin perlu di benahi, karena kita udah terlalu terkontiminasi dengan yg namanya korupsi, sehingga kita jadi tidak saling percaya, seperti conto menurut Eyang itu P. H. saikoni tidak percaya pada Amil Zakat setempat hingga akhirnya di bagikab sendiri Zakat itu.

Ya yg namanya musibah ya tetap musibah, mari kita berdoa agar dekemudian hari tidak lagi ada musibah.

1 komentar:

tyasjetra mengatakan...

kasian, miris n ngeri denger n liat berita ttg itu...
niat baik, malah berbuah malapetaka..
bener kata eyang.. kenapa nggak percayakan saja sama badan amil setempat ya...